Rumah Media

Konsep pemasaran berwawasan sosial menyatakan bahwa strategi pemasaran harus dapat memberikan nilai bagi pelanggan dalam cara yang mempertahankan atau meningkatkan kesejahteraan konsumen dan masyarakat. Konsep penjualan menyatakan bahwa konsumen tidak akan membeli produk perusahaan kecuali jika produk itu dijual dalam skala penjualan besar serta dengan usaha promosi yang besar pula.

Contoh nyata hampir sering kita lihat waktu terjadi bencana alam, banyak perusahaan-perusahaan lebih besar yang berlomba menyediakan bantuan bagi korban bencana sekaligus buat mempromosikan brand perusahaan mereka. Dari produk yang dijual, diambil berapa persen untuk hasil penjualan lalu selebihnya dialokasikan buat dana kemanusiaan. Perusahaan memanfaatkan upaya sosial dan lingkunganya akhirnya menjadi nilai jual dalam unik, yang dimana memungkinkan mereka buat menetapkan harga yang lebih tinggi. Ini mirip dengan strategi diferensiasi, di mana perusahaan menggunakan keunikan fitur atau kualitas produk sebagai nilai jual yang unik. Pemasaran sosial ini merupakan bagian dari pemasaran secara keseluruhan.

Program ini menghasilkan mendukung penanggulangan kenda;la kebersihan, terutama berhubungan dengan pengelolaan sampah yang lebih inovatif dan menguntungkan penduduk. Permasalahan sampah dalam Kota Malang menjadikan pemerintah harus mengeluarkan dana yang tidak sedikit untuk perluasan lahan Tempat Pembuangan Akhir untuk menampung kapasitas sampah yang mencapai beratus-ratus ton per hari. Selain itu, pendangkalan sungai, banjir, dan banyak masalah lain juga ditimbulkan dari permasalahan sampah di tengah masyarakat. Adanya program bank sampah malangterlihat bertentangan dengan masih banyaknya masyarakat yang menggunakan sistem kumpul angkut buang dalam mengelola sampah. Dengan kata lain, masih banyak masyarakat yang tidak mengadopsi program bank sampah yang dapat memberikan tidak sedikit manfaat dibandingkan melalui pengelolaan sampah melalui cara lama. Rata-rata, perusahaan-perusahaan besar menyajikan program bantuan kemanusiaan melalui program CSR untuk menarik simpati dari calon konsumennya.

Sebagai contoh, beberapa produsen percaya bahwa jika mereka dapat “membuat jebakan tikus yang lebih baik, maka pasti bisnis mereka akan lancar dan terus meningkat. ” Tetapi mereka akan terkejut. Kenyataannya para pembeli mungkin mencari solusi yang lebih baik terhadap masalah tikus. Tapi solusi yang jauh baik bisa berupa semprotan zat kimia, jasa pemusnahan, ataupun sesuatu yang bergiat lebih baik daripada jebakan tikus. Menyebabkan membuat jebakan tikus yang lebih baugs tidak akan menerima penjualan. Penelitian di sini. menggunakan pendekatan kualitatif dengan tipe deskriptif yang berusaha memberikan tentang strategikomunikasi marketing sosial program standard bank sampah yang diaplikasikan Koperasi Bank Sampah Malang demi penyebarluasan inovasi baru di sini.. Penelitian ini didasari atas adanya pembaruan baru program standard bank sampah di Malang.

social marketing concept

Hanya saja, di dalam pemasaran sosial para pemasar dan praktisi perubah kondisi sosial menerapkan teknik pemasaran untuk mempromosikan program atau kegiatan sosial. Seringkali promosi kegiatan sosial ini gagal ketika menerapkan teknik pemasaran, bukan karena teknik pemasaran tidak tepat digunakan untuk kegiatan ini tetapi karena interpretasi dan penerapan tekniknya yang salah. Jadi berdasarkan definisi menurut Kotler dan Zaltman, Pemasaran Sosial adalah perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi teknik pemasaran yang digunakan untuk mempengaruhi orang agar menerima sebuah ide dan terlibat pada sebuah program. Di dasarnya, pemasaran sosial atau social marketing and advertising merupakan sebuah taktik yang digunakan akibat suatu kelompok/institusi, terlebih pemerintah, dengan manfaat untuk mengubah kebiasaan-kebiasaan dari kelompok sosial tertentu. Sebenarnya, semisalnya bersinggungan dengan perkerjaan social marketing, grupp yang tepat merupakan inovasi.